MAKALAH FISIKA “PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)”
MAKALAH FISIKA
“PEMANASAN
GLOBAL (GLOBAL WARMING)”
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
TIARA
KELAS:
XI MIA 2


SMA NEGERI 1 KARANG BARU
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan tugas
makalah fisika yang berjudul “PEMANASAN GLOBAL” tepat pada waktunya.
Kami
sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Seperti halnya pepatah “ tak ada gading yang tak retak”, oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna
kesempurnaan makalah yang selanjutnya. Apabila ada kekuranga ataupun kesalahan
dalam penulisan ataupun dalam ejaan penulis mohon maaf. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat untuk kita semua.
Karang Baru, Mei 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL....................................................................................................1
KATA PENGANTAR .................................................................................................2
DAFTAR ISI .............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................4
1.1 Latar
Belakang .................................................................................................4
1.2 Rumusan
Masalah ...........................................................................................4
1.3 Tujuan
Masalah ...............................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................5
2.1
Pengertian Pemanasan Global .........................................................................5
2.2
Penyebab Terjadinya Pemanasan Global .........................................................5
2.3 Dampak
Terjadinya Pemanasan Global ............................................................8
2.4 Hal-Hal
Yang Harus Dilakukan Untuk Mengurangi Pemanasan Global.............9
2.5
Perjanjian Internasional Mengenai Pemanasan Global...................................10
BAB III PENUTUP ..................................................................................................13
3.1
Kesimpulan
.....................................................................................................13
3.2
Saran ...............................................................................................................13
DAFTAR
PUSTAKA ...............................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akhir-akhir
muncul berbagai pemberitaan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik
tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Peristiwa alam itu terjadi hampir
di seluruh wilayah tanah air kita, mulai dari badai topan, air laut pasang yang
menyebabkan banjir di daerah-daerah yang dekat dengan pantai, curah hujan yang
tinggi hingga menyebabkan banjir, angin puting beliung yang merobohkan
rumah-rumah warga, dan masih benyak peristiwa-peristiwa alam lainnya yang
menyebabkan sebagian besar warga merasa resah. Oleh karena itu, pemerintah
menyebutnya sebagai bencana nasional dan juga merupakan bencana internasional,
karena peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga
terjadi di mancanegara. Peristiwa-peristiwa alam tersebut diyakini sebagai
dampak dari adanya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim dunia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pemnasan
global ?
2. Apakah penyebab dari pemanasan global
?
3. Apakah dampak akibat pemanasan global
bagi kehidupan di bumi?
4.
Bagaimana
cara menanggulangi permasalahan pemanasan global ?
5. Apa saja perjanjian internasional
mengenai pemanasan global?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui
apa itu pemanasan global.
2.
Mengungkap
hal-hal yang menyebabkan pemanasan global di bumi.
3.
Mengungkap
dampak negatif akibat pemanasan global bagi kehidupn di bumi.
4.
Memaparkan
cara-cara untuk menanggulangi permasalahan pemanasan global.
5.
Mengetahui
perjanjian internasional mengenai pemanasan global
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan
Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan
jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan
Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia
sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan
mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
2.2 PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL
Terjadinya global warming atau pemanasan
global ini kebanyakan disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak bertanggung
jawab atau bahkan kurangnya ilmu pengetahuan menyebabkan pemanasan global ini
terus meningkat.
Banyak
para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai penyebab terjadinya pemanasan
global ini. Menurut beberapa para ahli bahwa pemanasan permukaan bumi ini
terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca pada atmosfer yang merangkap panas.
Tidak hanya itu saja, ada banyak
lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu kalian ketahui. Agar
kalian semua bisa menjaga bumi ini tetap dalam keadaan stabil. Salah satu cara
untuk meminimalisir pemanasan global adalah tidak salah pilih bahan untuk
membangun rumah. Salah satu bahan yang ramah lingkungan adalah baja ringan.
Untuk
lebih jelas dan detailnya, berikut ini adalah penyebab pemanasan global yang
sering terjadi di lingkungan kita.
1. Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca merupakan proses
atmosfer untuk menghangatkan planet. Efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan
oleh permukaan bumi yang kemudian terperangkap oleh gas-gas yang berada di
atmosfer. Sehingga panas tersebut tidak dapat diteruskan ke luar angkasa,
melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi.
Efek
rumah kaca ini mempunyai manfaat bagi makhluk hidup, akan tetapi jika terlalu
berlebihan akan membahayakan kehidupan yang ada di bumi karena efek rumah kaca
mampu merubah iklim dan cuaca yang ada di bumi.
2. Meningkatnya Gas Rumah Kaca
Gas yang mempunyai sifat yang
merangkap panas, sehingga panas yang terpantul oleh permukaan bumi tidak dapat
diteruskan ke luar angkasa. Gas tersebut adalah gas rumah kaca, Gas yang paling
berperan dan berpengaruh adalah gas karbondioksida (CO2).
Penyebab
meningkatnya gas ini adalah dikarenakan pembakaran bahan bakar batu bara,
pembakaran minyak bumi, dan pembakaran gas alam.
3. Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol
CFC atau Cloro Flour Carbon
merupakan salah satu bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk
memproduksi peralatan, terkhusus digunakan untuk membuat peralatan rumah
tangga. CFC terdapat pada alat pendingin seperti kulkas dan AC.
4. Polusi Kendaraan dengan Menggunakan Bahan Bakar Bensin
Kendaraan yang sering kita digunakan
juga memberikan sebuah dampak yang cukup besar dalam terjadinya pemanasan
global atau yang biasa disebut dengan global warming ini.
Polusi
yang dihasilkan oleh kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin ini seperti
motor, mobil, dan kendaraan yang lainnya dimana dari hasil pembakaran tersebut
akan menghasilkan gas yang bernama karbondioksida (CO2).
Gas
karbondioksida ini merupakan salah satu penyebab utama karena gas ini merupakan
gas yang merangkap panas sehingga panas tidak bisa diteruskan ke luar angkasa.
5. Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan
Gas metana adalah suatu gas yang
menempati urutan kedua sebagai salah satu penyebab utama terjadinya global
warming. Gas metana ini berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan
oksigen dari hasil pemecahan bakteri. Misalnya di persawahan, sedangkan pada
peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka
akan meningkatkan gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi.
6. Penggundulan Hutan
Hutan mempunyai fungsi sebagai penyerap
karbondioksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen. Jika hutan rusak akibat dari
penebangan liar yang tidak bertanggung jawab, maka akan terjadilah peningkatan
jumlah karbondioksida di atmosfer bumi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya
global warming.
7. Pemborosan Energi Listrik
Energi listrik merupakan salah satu
kebutuhan dasar manusia. Tanpa listrik, maka aktifitas kita akan terganggu.
Pembangkit tenaga listrik membutuhkan batu bara dan minyak bumi untuk tetap
berfungsi. Dari hasil pembakaran batu bara dan minyak bumi itulah yang dapat
menghasilkan karbondioksida.
Indonesia sendiri masih menggunakan
pembangkit tenaga listrik yang menggunakan minyak bumi dan batu bara sebagai
bahan utamanya. Sedangkan di luar negeri sudah banyak yang menggunakan
pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan sinar matahari atau bahkan
menggunakan air dan angin.
8. Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat
Meningkatnya
jumlah kendaraan juga memberikan dampak yang begitu besar. Kendaraan yang
meningkat maka akan menghasilkan karbondioksida yang besar. Hal ini merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya global warming.
9. Pembakaran Sampah Secara Berlebihan
Membakar
sampah secara berlebihan dengan jumlah yang cukup besar juga akan menyebabkan
terjadinya pemanasan global atau biasa yang disebut global warming. Karena dari
hasil pembakaran sampah tersebut akan menghasilkan gas metana yang dapat
merangkap panas pada atmosfer bumi.
2.3 DAMPAK
TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
Efek rumah kaca memnyebabkan
terjadinya akumulasi panas (energi) di atmosfer bumi. Dengan adanya akumulasi
yang berlebihan tersebut, iklim global melakukan penyesuaian. Penyesuaian yang
dimaksud adalah dengan meningkatnya temperatur bumi yang emudian disebut dengan
pemansan global. Pemanasan global akan berdampak dengan adanya perubahan iklim
global.
Perubahan iklim seperti yang sedang terjadi pada saat ini berdampak negatif bagi kehidupan makhluk di muka bumi. Dampaknya antara lain sebagai berikut :
Ø Musnahnya berbagai keanekaragaman
hayati.
Ø Meningkatnya cuaca ekstrem yang saat
ini tengah dirasakan negara-negara tropis, misalnya kota-kota di Indonesia yang
dulu terkenal sejuk dan dingin makin hari makin panas. Contohnya kota-kota di
Jawa Timur (Malang, Batu, Kawasan Prigen, Kaki Gunung Semeru), Bogor, Ruteng
Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak
lagi.
Ø Meningkatnya frekuensi dan
intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir.
Ø Mencairnya es dan gletser di kutub
yang menyebabkan naiknya permukaan air laut.
Ø Meningkatnya jumlah tanah kering
yang berpotensi menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan.
Ø Kenaikan permukaan air laut yang
menyebabkan banjir. Pada tahun 2100 diperkirakan kenaikan permukaan air laut
mencapai 15-95 cm.
Ø Kenaikan suhu air laut menyebabkan
terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di
seluruh dunia.
Ø Meningkatnya frekuensi kebakaran
hutan.
Ø Meningkatnya wabah penyakit tropis,
seperti malaria ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga
(nyamuk).
Ø Daerah-daerah tertentu menjadi padat
dan sesak karena terjadi arus pengungsian.
Hal-hal di atas merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh
terjadinya pemanasan global yang sangat merugikan bagi kehidupan makhluk bumi.
2.4 UPAYA MENANGGULANGI PEMANASAN GLOBAL
1. Mengubah
Perilaku Pribadi
Tindakan
yang lebih baik dalam mengatasi, mengurangi, dan pencegahan pemanasan global adalah dengan mengubah perilaku manusia, karena pemahaman tentang pemanasan
global yang ditanamkan hari
ini akan berdampak besar pada generasi mendatang. Berikut Beberapa contoh-contoh perilaku pribadi yang dapat
dilakukan dalam mengurangi,
mencegah, dan mengatasi pemanasan global antara lain sebagai berikut...
·
Hemat Listrik : Setelah dijelaskan sebelumnya bahwa gas rumah kaca itu
didominasi dari karbon dioksida (CO2). Sebagian besar dari
CO2 dihasilkan dari pembangkit listrik yang berbahan
bakar fosil. Dengan demikian, jika kita berhemat listrik maka secara tidak
langsung kita mengurangi kadar CO2 di Atmosfer.
·
Menanam Pohon : CO2 digunakan tanaman
untuk berfotosintesis, maka penanaman pohon dalam jumlah banyak akan menjadi
solusi untuk mengurangi jumlah CO2 di atmosfer. Di
Sulawesi Utara, dibuat peraturan daerah yang mewajibkan menanam pohon bagi
pasangan yang akan menikah.
·
Mengurangi Penggunaan Mobil : Mobil sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di perkotaan, juga perlu diantisipasi
dengan mengubah perilaku orang. Penggunaan mobil pribadi menjadi penyumbang CO2 terbesar, bila tidak ada pengaturan penggunaan mobil
pribadi dengan baik. Penggunaan transportasi umum yang mengangkut sekaligus
banyak orang dapat mengurangi emisi karbon dioksida di udara.
2. Langkah
Mencegah Pemanasan Global Secara Kolektif
Upaya pencegahan pemanasan global juga dapat dilakukan secara bersama atau kolektif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan secara kolektif antara lain sebagai berikut...
Upaya pencegahan pemanasan global juga dapat dilakukan secara bersama atau kolektif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan secara kolektif antara lain sebagai berikut...
·
Menggunakan Energi Alternatif : Penggunaan energi alternatif terbaru perlu
dilakukan di Indonesia. Pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil yang
diusahakan diganti dengan energi bersih, seperti sinar matahari, air, angin,
biomassa, dan panas bumi. Sumber energi tersebut sebenarnya berlimpah di
Indonesia. tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.
·
Melestarikan Hutan : Masyarakat dan pemerintah harus berupaya bersama
dalam menjaga hutan dari bahaya kebakaran dan penebangan liar agar luas hutan
tidak berkurang.
·
Menghapus Penggunaan CFC : Untuk menghentikan penggunaan CFC pada peralatan
pendingin, dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan batuan kepada
bengkel-bengkel servis peralatan pendingin agar dapat mengelola penggunaan
CFC.
·
Memperbaiki Kualitas Kendaraan dengan Uji Emisi
: Uji emisi diperlukan dalam
mengetahui kondisi kendaraan apakah prima atau sebaliknya. Kendaraan yang
memiliki kondisi prima akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) sehingga dapat menjaga lingkungan dan hemat bahan
bakar.
3. Mengurangi
Karbon
Untuk mengurangi gas CO2 yang ada di udara dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini.
Untuk mengurangi gas CO2 yang ada di udara dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini.
·
Menanam
dan memelihara tumbuhan dalam jumlah yang banyak. Tumbuhan akan menyerap karbon
dioksida untuk proses fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara. Di
seluruh dunia, tingkat perambahan hutan sangat tinggi, sedangkan tanaman yang
tumbuh kembali sedikit sekali, karena tanah yang tidak subur lagi. Upaya
rebosiasi hutan merupakan langkah yang tepat untuk menyeimbangkan gas rumah
kaca di atmosfer
·
Mengganti
penggunaan bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif, misalnya air,
angin, dan sinar matahari
2.5 PERJANJIAN
INTERNASIONAL MENGENAI PEMANASAN GLOBAL
1. IPCC ( Intergovermental Panel on
Climate Change)
IPCC adalah sebuah panel
antar-pemerintah yg terdiri dari ilmuwan dan ahli dari berbagai disiplin ilmu
di seluruh dunia. Tugasnya menyediakan data-data ilmiah terkini yg
menyeluruh, tidak berpihak dan transparan mengenai informasi teknis, sosial,
dan ekonomi yg berkaitan dengan isu perubahan iklim. Termasuk informasi
mengenai sumber penyebab perubahan iklim, dampak yg ditimbulkan serta strategi
yang perlu dilakukan dalam hal mengurangi emisi, pencegahan, dan adaptasi.
IPCC bersekretariat di Jenewa ( Swiss) dan bertemu satu tahun
sekali di sebuah rapat pleno yang membahas 3 hal utama :
1) Informasi ilmiah mengenai perubahan
iklim
2) Dampak, adaptasi, dan kerentanan
3) Mitigasi (upaya) perubahan
iklim
Pada 1990, IPCC menerbitkan
hasil penelitian pertama ( First Assessment Report). Laporan tersebut
menyebutkan bahwa perubahan iklim dipastikan merupakn ancaman bagi kehidupan
manusia. IPCC menyerukan pentingnya sebuah kesepakatan global untuk
menanggulangi masalah perubahan iklim, mengingat hal tersebut merupakan sebuah
proses global yg berdampak pada seluruh dunia.
Majelis umum PBB menanggapi seruan
IPCC dengan secara resmi membentuk sebuah badan negosiasi antar pemerintah,
yaitu intergovermental negotiating committee (INC) untuk
merundingkan sebuah konversi mengenai perubahan iklim. Laporan IPCC terakhir
tahun 2007 secara garis besar terdiri dari :
— Laporan kelompok kerja 1
dikelurakan pada Februari 2007, menekankan bahwa manusia adalah penyebab
utama peningkatan gas rumah kaca ( GRK) di lapisan udara.
— Laporan kelompok kerja 2
mengenai dampak dan adaptasi perubahan iklim dikeluarkan awal April 2007, membeberkan
perkiraan ancaman bencana di banyak negara apabila tidak dilakukan upaya segera
untuk mengurangi kegiatan yg dpt menyebabkan pemanasan global.
— Laporan kelompok kerja 3
yg dikeluarkan Mei 2007 menganalisis proses pengurangan emisi karbon
yang sudah dan harus dilakukan, dan strategi adaptasi untuk bertahan terhadap
dampak perubahan iklim yang tidak bisa dihindari.
2. Protokol Kyoto
Protokol
Kyoto adalah protokol kepada konvensi rangka kerja PBB tentang perubahan
iklim ( UNFCCC yang diadopsi pada pertemuan bumi di Rio de Janeiro pada
1992), semua pihak dalam UNFCCC dapat menandatangani atau meratifikasi protokol
kyoto, sementara pihak luar tidak diperbolehkan. Protokol kyoto di abopsi
pada sesi ketiga konferensi pihak konvensi UNFCCC pada 1997 di Kyoto, Jepang.
3. Asia-Pacific Partnership on Clean
Development and Climate (APPCDC)
Asia-Pacific
Partnership on Clean Development and Climate, dikenal dengan APP, merupakan
kerjasama internasional yang bersifat sukarela antara Australia, Kanada, India,
Jepang, RCC, Korea selatan yang mengumumkan pembentukannya pada tanggal 28 juli
2005. Mentri luar negeri, lingkungan dan energi dari negara-negara peserta
sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangn dan transfer teknologi yang
memungkinkan pengurangan emisi GRK yang bersesuain dengan UNFCCC dan perangkat
internasional lainnya seperti protokol kyoto.
4. Protokol Montreal
Protokol Montreal
adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan
ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung
jawab atas berkurangnya lapisan ozon, traktat ini berlaku sejak 1 Januari
1989, traktat ini difokuskan pada kelompok
senyawa Hidrokarbon, Halogen, yang di yakini memerankan peranaan
penting dalam penipisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau
bromin.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemanasan
global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia.
Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan
dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global
diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan
saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi
efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di
masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka
pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.
3.2 Saran
Untuk
menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik kita harus.
Untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik kita
harus. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan
tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang. Turunkan suhu AC Anda. Hindari
penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup
nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada
celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut
akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada
akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. Gunakan timer untuk
menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda.
Daftar Pustaka
https://hikmatunnafisah.wordpress.com/kelas-vii/pengetahuan-faktual-konseptual-dan-prosedural-tentang-ilmu-pengetahuan-teknologi-seni-budaya-terkait-fenomena-dan-kejadian-tampak-mata/penyebab-terjadinya-pemanasan-global-dan-dampaknya-bagi-ekosistem/
http://umum-pengertian.blogspot.co.id/2016/04/upaya-menanggulangi-pemanasan-global.html
Komentar
Posting Komentar