MAKALAH FISIKA “PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)”


57247907.jpgMAKALAH FISIKA
“PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)”
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
TIARA
KELAS: XI MIA 2
10104274.png
                                              

cara-mengatasi-pemanasan-global.png


SMA NEGERI 1 KARANG BARU
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan tugas makalah fisika yang berjudul “PEMANASAN GLOBAL” tepat pada waktunya.
          Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Seperti halnya pepatah “ tak ada gading yang tak retak”, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah yang selanjutnya. Apabila ada kekuranga ataupun kesalahan dalam penulisan ataupun dalam ejaan penulis mohon maaf. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

                                                                                                Karang Baru, Mei 2018

                                                                                                            Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................................1
KATA PENGANTAR .................................................................................................2
DAFTAR ISI .............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................4
1.1  Latar Belakang .................................................................................................4
1.2  Rumusan Masalah ...........................................................................................4
1.3  Tujuan Masalah ...............................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................5
2.1 Pengertian Pemanasan Global .........................................................................5
2.2 Penyebab Terjadinya Pemanasan Global .........................................................5
2.3 Dampak Terjadinya Pemanasan Global ............................................................8
2.4 Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Mengurangi Pemanasan Global.............9
2.5 Perjanjian Internasional Mengenai Pemanasan Global...................................10
BAB III PENUTUP ..................................................................................................13
3.1 Kesimpulan .....................................................................................................13
3.2 Saran ...............................................................................................................13
 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................14






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Akhir-akhir muncul berbagai pemberitaan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Peristiwa alam itu terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air kita, mulai dari badai topan, air laut pasang yang menyebabkan banjir di daerah-daerah yang dekat dengan pantai, curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir, angin puting beliung yang merobohkan rumah-rumah warga, dan masih benyak peristiwa-peristiwa alam lainnya yang menyebabkan sebagian besar warga merasa resah. Oleh karena itu, pemerintah menyebutnya sebagai bencana nasional dan juga merupakan bencana internasional, karena peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga terjadi di mancanegara. Peristiwa-peristiwa alam tersebut diyakini sebagai dampak dari adanya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim dunia.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pemnasan global ?
2.      Apakah penyebab dari pemanasan global ?
3.      Apakah dampak akibat pemanasan global bagi kehidupan di bumi?
4.      Bagaimana cara menanggulangi permasalahan pemanasan global ?
5.      Apa saja perjanjian internasional mengenai pemanasan global?
1.3  Tujuan
1.           Mengetahui apa itu pemanasan global.
2.           Mengungkap hal-hal yang menyebabkan pemanasan global di bumi.
3.           Mengungkap dampak negatif akibat pemanasan global bagi kehidupn di bumi.
4.           Memaparkan cara-cara untuk menanggulangi permasalahan pemanasan global.
5.           Mengetahui perjanjian internasional mengenai pemanasan global


BAB II
PEMBAHASAN

2.1       PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
            Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
2.2       PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL

          Terjadinya global warming atau pemanasan global ini kebanyakan disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak bertanggung jawab atau bahkan kurangnya ilmu pengetahuan menyebabkan pemanasan global ini terus meningkat.
Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai penyebab terjadinya pemanasan global ini. Menurut beberapa para ahli bahwa pemanasan permukaan bumi ini terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca pada atmosfer yang merangkap panas.
            Tidak hanya itu saja, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu kalian ketahui. Agar kalian semua bisa menjaga bumi ini tetap dalam keadaan stabil. Salah satu cara untuk meminimalisir pemanasan global adalah tidak salah pilih bahan untuk membangun rumah. Salah satu bahan yang ramah lingkungan adalah baja ringan.
Untuk lebih jelas dan detailnya, berikut ini adalah penyebab pemanasan global yang sering terjadi di lingkungan kita.

1. Efek Rumah Kaca
            Efek rumah kaca merupakan proses atmosfer untuk menghangatkan planet. Efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi yang kemudian terperangkap oleh gas-gas yang berada di atmosfer. Sehingga panas tersebut tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi.
Efek rumah kaca ini mempunyai manfaat bagi makhluk hidup, akan tetapi jika terlalu berlebihan akan membahayakan kehidupan yang ada di bumi karena efek rumah kaca mampu merubah iklim dan cuaca yang ada di bumi.

2. Meningkatnya Gas Rumah Kaca
            Gas yang mempunyai sifat yang merangkap panas, sehingga panas yang terpantul oleh permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke luar angkasa. Gas tersebut adalah gas rumah kaca, Gas yang paling berperan dan berpengaruh adalah gas karbondioksida (CO2).
Penyebab meningkatnya gas ini adalah dikarenakan pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, dan pembakaran gas alam.

3. Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol
            CFC atau Cloro Flour Carbon merupakan salah satu bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada alat pendingin seperti kulkas dan AC.

4. Polusi Kendaraan dengan Menggunakan Bahan Bakar Bensin
            Kendaraan yang sering kita digunakan juga memberikan sebuah dampak yang cukup besar dalam terjadinya pemanasan global atau yang biasa disebut dengan global warming ini.
Polusi yang dihasilkan oleh kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin ini seperti motor, mobil, dan kendaraan yang lainnya dimana dari hasil pembakaran tersebut akan menghasilkan gas yang bernama karbondioksida (CO2).
Gas karbondioksida ini merupakan salah satu penyebab utama karena gas ini merupakan gas yang merangkap panas sehingga panas tidak bisa diteruskan ke luar angkasa.

5. Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan
            Gas metana adalah suatu gas yang menempati urutan kedua sebagai salah satu penyebab utama terjadinya global warming. Gas metana ini berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri. Misalnya di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka akan meningkatkan gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi.

6. Penggundulan Hutan
            Hutan mempunyai fungsi sebagai penyerap karbondioksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen. Jika hutan rusak akibat dari penebangan liar yang tidak bertanggung jawab, maka akan terjadilah peningkatan jumlah karbondioksida di atmosfer bumi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya global warming.

7. Pemborosan Energi Listrik
            Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Tanpa listrik, maka aktifitas kita akan terganggu. Pembangkit tenaga listrik membutuhkan batu bara dan minyak bumi untuk tetap berfungsi. Dari hasil pembakaran batu bara dan minyak bumi itulah yang dapat menghasilkan karbondioksida.
            Indonesia sendiri masih menggunakan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan minyak bumi dan batu bara sebagai bahan utamanya. Sedangkan di luar negeri sudah banyak yang menggunakan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan sinar matahari atau bahkan menggunakan air dan angin.

8. Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat
Meningkatnya jumlah kendaraan juga memberikan dampak yang begitu besar. Kendaraan yang meningkat maka akan menghasilkan karbondioksida yang besar. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya global warming.

9. Pembakaran Sampah Secara Berlebihan
Membakar sampah secara berlebihan dengan jumlah yang cukup besar juga akan menyebabkan terjadinya pemanasan global atau biasa yang disebut global warming. Karena dari hasil pembakaran sampah tersebut akan menghasilkan gas metana yang dapat merangkap panas pada atmosfer bumi.


2.3       DAMPAK TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
            Efek rumah kaca memnyebabkan terjadinya akumulasi panas (energi) di atmosfer bumi. Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global melakukan penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud adalah dengan meningkatnya temperatur bumi yang emudian disebut dengan pemansan global. Pemanasan global akan berdampak dengan adanya perubahan iklim global.

            Perubahan iklim seperti yang sedang terjadi pada saat ini berdampak negatif bagi kehidupan makhluk di muka bumi. Dampaknya antara lain sebagai berikut :
Ø  Musnahnya berbagai keanekaragaman hayati.
Ø  Meningkatnya cuaca ekstrem yang saat ini tengah dirasakan negara-negara tropis, misalnya kota-kota di Indonesia yang dulu terkenal sejuk dan dingin makin hari makin panas. Contohnya kota-kota di Jawa Timur (Malang, Batu, Kawasan Prigen, Kaki Gunung Semeru), Bogor, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi. 
Ø  Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir.
Ø  Mencairnya es dan gletser di kutub yang menyebabkan naiknya permukaan air laut.
Ø  Meningkatnya jumlah tanah kering yang berpotensi menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan.
Ø  Kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir. Pada tahun 2100 diperkirakan kenaikan permukaan air laut mencapai 15-95 cm.
Ø  Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia.
Ø  Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan.
Ø  Meningkatnya wabah penyakit tropis, seperti malaria ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk).
Ø  Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian.

Hal-hal di atas merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh terjadinya pemanasan global yang sangat merugikan bagi kehidupan makhluk bumi.

2.4       UPAYA MENANGGULANGI PEMANASAN GLOBAL

1.      Mengubah Perilaku Pribadi
                        Tindakan yang lebih baik dalam mengatasi, mengurangi, dan         pencegahan pemanasan global adalah dengan mengubah perilaku    manusia, karena pemahaman tentang pemanasan global yang             ditanamkan hari ini akan berdampak besar pada generasi mendatang.      Berikut Beberapa contoh-contoh perilaku pribadi yang dapat dilakukan           dalam mengurangi, mencegah, dan mengatasi pemanasan global antara             lain sebagai berikut... 
·         Hemat Listrik : Setelah dijelaskan sebelumnya bahwa gas rumah kaca itu didominasi dari karbon dioksida (CO2). Sebagian besar dari CO2 dihasilkan dari pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil. Dengan demikian, jika kita berhemat listrik maka secara tidak langsung kita mengurangi kadar CO2 di Atmosfer.
·         Menanam Pohon : CO2 digunakan tanaman untuk berfotosintesis, maka penanaman pohon dalam jumlah banyak akan menjadi solusi untuk mengurangi jumlah CO2 di atmosfer. Di Sulawesi Utara, dibuat peraturan daerah yang mewajibkan menanam pohon bagi pasangan yang akan menikah.
·         Mengurangi Penggunaan Mobil : Mobil sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di perkotaan, juga perlu diantisipasi dengan mengubah perilaku orang. Penggunaan mobil pribadi menjadi penyumbang CO2 terbesar, bila tidak ada pengaturan penggunaan mobil pribadi dengan baik. Penggunaan transportasi umum yang mengangkut sekaligus banyak orang dapat mengurangi emisi karbon dioksida di udara. 

2.      Langkah Mencegah Pemanasan Global Secara Kolektif 
            Upaya pencegahan pemanasan global juga dapat dilakukan secara bersama atau kolektif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan secara kolektif antara lain sebagai berikut...

·         Menggunakan Energi Alternatif : Penggunaan energi alternatif terbaru perlu dilakukan di Indonesia. Pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil yang diusahakan diganti dengan energi bersih, seperti sinar matahari, air, angin, biomassa, dan panas bumi. Sumber energi tersebut sebenarnya berlimpah di Indonesia. tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.
·         Melestarikan Hutan : Masyarakat dan pemerintah harus berupaya bersama dalam menjaga hutan dari bahaya kebakaran dan penebangan liar agar luas hutan tidak berkurang. 

·         Menghapus Penggunaan CFC : Untuk menghentikan penggunaan CFC pada peralatan pendingin, dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan batuan kepada bengkel-bengkel servis peralatan pendingin agar dapat mengelola penggunaan CFC. 
·         Memperbaiki Kualitas Kendaraan dengan Uji Emisi : Uji emisi diperlukan dalam mengetahui kondisi kendaraan apakah prima atau sebaliknya. Kendaraan yang memiliki kondisi prima akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) sehingga dapat menjaga lingkungan dan hemat bahan bakar. 

3.      Mengurangi Karbon 
            Untuk mengurangi gas CO2 yang ada di udara dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini.

·         Menanam dan memelihara tumbuhan dalam jumlah yang banyak. Tumbuhan akan menyerap karbon dioksida untuk proses fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan sangat tinggi, sedangkan tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali, karena tanah yang tidak subur lagi. Upaya rebosiasi hutan merupakan langkah yang tepat untuk menyeimbangkan gas rumah kaca di atmosfer 
·         Mengganti penggunaan bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif, misalnya air, angin, dan sinar matahari


2.5       PERJANJIAN INTERNASIONAL MENGENAI PEMANASAN GLOBAL
1.      IPCC ( Intergovermental Panel on Climate Change)
            IPCC adalah sebuah panel antar-pemerintah yg terdiri dari ilmuwan dan ahli dari berbagai disiplin ilmu di seluruh dunia. Tugasnya menyediakan data-data ilmiah terkini yg menyeluruh, tidak berpihak dan transparan mengenai informasi teknis, sosial, dan ekonomi yg berkaitan dengan isu perubahan iklim. Termasuk informasi mengenai sumber penyebab perubahan iklim, dampak yg ditimbulkan serta strategi yang perlu dilakukan dalam hal mengurangi emisi, pencegahan, dan adaptasi. IPCC   bersekretariat di Jenewa ( Swiss) dan bertemu satu tahun sekali di sebuah rapat pleno yang membahas 3 hal utama :
1)      Informasi ilmiah mengenai perubahan iklim
2)      Dampak, adaptasi, dan kerentanan
3)      Mitigasi (upaya)  perubahan iklim

Pada 1990, IPCC  menerbitkan hasil penelitian pertama ( First Assessment Report). Laporan tersebut menyebutkan bahwa perubahan iklim dipastikan merupakn ancaman bagi kehidupan manusia. IPCC menyerukan pentingnya sebuah kesepakatan global untuk menanggulangi masalah perubahan iklim, mengingat hal tersebut merupakan sebuah proses global yg berdampak pada seluruh dunia.
Majelis umum PBB menanggapi seruan IPCC dengan secara resmi membentuk sebuah badan negosiasi antar pemerintah, yaitu intergovermental  negotiating committee (INC) untuk merundingkan sebuah konversi mengenai perubahan iklim. Laporan IPCC terakhir tahun 2007 secara garis besar terdiri dari :
—  Laporan kelompok kerja 1 dikelurakan pada Februari 2007, menekankan bahwa manusia adalah penyebab utama peningkatan gas rumah kaca ( GRK) di lapisan udara.
—  Laporan kelompok kerja 2 mengenai dampak dan adaptasi perubahan iklim dikeluarkan awal April 2007, membeberkan perkiraan ancaman bencana di banyak negara apabila tidak dilakukan upaya segera untuk mengurangi kegiatan yg dpt menyebabkan pemanasan global.
—  Laporan kelompok kerja 3 yg dikeluarkan Mei 2007 menganalisis proses pengurangan emisi karbon yang sudah dan harus dilakukan, dan strategi adaptasi untuk bertahan terhadap dampak perubahan iklim yang tidak bisa dihindari.
2.      Protokol Kyoto
                        Protokol Kyoto adalah protokol kepada konvensi rangka kerja PBB tentang perubahan iklim ( UNFCCC yang diadopsi pada pertemuan bumi di Rio de Janeiro pada 1992), semua pihak dalam UNFCCC dapat menandatangani atau meratifikasi protokol kyoto, sementara pihak luar tidak diperbolehkan. Protokol  kyoto di abopsi pada sesi ketiga konferensi pihak konvensi UNFCCC pada 1997 di Kyoto, Jepang.


3.      Asia-Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC)
                                    Asia-Pacific Partnership on Clean Development and Climate, dikenal dengan APP, merupakan kerjasama internasional yang bersifat sukarela antara Australia, Kanada, India, Jepang, RCC, Korea selatan yang mengumumkan pembentukannya pada tanggal 28 juli 2005. Mentri luar negeri, lingkungan dan energi dari negara-negara peserta sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangn dan transfer teknologi yang memungkinkan pengurangan emisi GRK yang bersesuain dengan UNFCCC dan perangkat internasional lainnya seperti protokol kyoto.
4.      Protokol Montreal
                        Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung  jawab atas berkurangnya lapisan ozon, traktat ini berlaku sejak 1 Januari 1989, traktat ini difokuskan pada kelompok senyawa Hidrokarbon, Halogen, yang di yakini memerankan peranaan penting dalam penipisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin.


BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
               Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.

3.2       Saran
               Untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik kita harus. Untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik kita harus. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda.


Daftar Pustaka

https://hikmatunnafisah.wordpress.com/kelas-vii/pengetahuan-faktual-konseptual-dan-prosedural-tentang-ilmu-pengetahuan-teknologi-seni-budaya-terkait-fenomena-dan-kejadian-tampak-mata/penyebab-terjadinya-pemanasan-global-dan-dampaknya-bagi-ekosistem/
http://umum-pengertian.blogspot.co.id/2016/04/upaya-menanggulangi-pemanasan-global.html

Komentar